Program Bayi Tabung – Solusi Masalah Kesuburan

Pasangan suami istri yang sedang berjuang untuk memiliki anak tidak perlu putus asa. Selain jalur alami, prosedur IVF juga dapat menjadi alternatif untuk memilik keturunan.

aucky hintingMenurut dokter Aucky hinting, secara medis prosedur IVF atau yang biasa dikenal dengan prosedur bayi tabung adalah salah satu cara paling efektif untuk membantu kehamilan pada pasangan dengan masalah kesuburan atau infertilitas. Namun umumnya sebelum memilih prosedur IVF, dokter  terlebih dahulu menyarankan metode lain, seperti pemberian obat penyubur kandungan maupun inseminasi buatan.

Selain menciptakan kehamilan, prosedur bayi tabung dapat dipilih untuk mecegah kelainan genetik pada orang tua menurun ke janin dalam kandungan. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien wanita yang hendak menjalani pengobatan, seperti radioterapi maupun kemoterapi. Dengan prosedur bayi tabung, pasien dapat menyimpan sel telur yang sehat sebelum melakukan pengobatan tersebut.

Untuk beberapa wanita  di atas usia 40, IVF sering direkomendasikan sebagai metode untuk mengobati infertilitas atau ketidaksuburan. Selain itu, prosedur IVF juga umumnya direkomendasikan apabila pasangan mengalami berbagai kondisi medis yang dapat mempersulit kehamilan, seperti:

  1. Gangguan pada sperma pasangan, contohnya jumlah sperma rendah atau sperma tak mampu mencapai Rahim
  2. Pada saluran indung telur terjadi sumbatan atau kerusakan
  3. Gangguan ovulasi yang menyebabkan kekurangan sel telur atau tidak optimal
  4. Jaringan dinding rahim tumbuh di luar Rahim atau biasa disebut Endometriosis
  5. Adanya tumor jinak atau miom di dinding rahim yang dapat mengganggu penempelan embrio pada dinding Rahim
  6. Masalah sistem kekebalan tubuh yang dapat mengganggu sel telur maupun sperma, contohnya penyakit autoimun
  7. Alasan ketidaksuburan (infertilitas) lain yang tak diketahui

Pasangan dapat melakukan  bayi tabung ketika kedua belah pihak siap baik secara fisik dan mental. Pasangan akan melalui banyak proses medis dan terkadang tidak langsung berhasil hanya dalam sekali tindakan.

Usia wanita merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan program bayi tabung. Usia optimal wanita untuk meningkatkan peluang keberhasilan  program tersebut di antara  23 hingga 39 tahun, dengan persentase tertinggi di bawah usia 35 tahun. Usia wanita yang kian bertambah dapat menurunkan peluang keberhasilan program IVF serta berisiko menimbulkan kelainan kromosom pada janin.

Selain usia, berat badan berlebih serta unhealthy lifestyle, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, dapat berisiko menurunkan peluang keberhasilan program  IVF.

Dr. Aucky Hinting, Ph.D., Sp.And, dokter ahli andrologi yang bergerak dibidang bayi tabung, menjelaskan bagaimana prosedur bayi tabung dilakukan.

Dia menjelaskan bahwa prosedur dimulai dari stimulasi ovarium yang dilakukan pada hari ketiga menstruasi.  Selama stimulasi ovarium, pasien akan menerima injeksi setiap hari selama 7 hingga 12 hari.

Tes darah dan USG kemudian dilakukan  untuk memeriksa bagaimana ovarium merespon. Ketika ukuran folikel mencapai optimal, injeksi terakhir dilakukan , 35 -37 jam, kemudian  sel telur diekstraksi.

Pada hari pengambilan sel telur, sperma sang suami akan diambil lewat masturbasi. Kemudian, pembuahan dilakukan  dengan fertilisasi in vitro konvensional atau dengan injeksi sperma intracytoplasmic.

Embrio  ditanamkan di dalam rahim 2 hingga 5 hari kemudian. Jumlah embrio yang akan ditanam dapat didiskusikan bersama dokter. Embrio berkualitas baik akan dibekukan, tujuannya agar bisa digunakan di kemudian hari.

Setelah embrio ditanamkan, dianjutkan dengan pengobatan yang  diberikan oleh dokter. Tes kehamilan menggunakan tes darah dilakukan 15 hari setelah  pengambilan sel telur. Menurut Dr. Aucky, seluruh prosedur tersebut akan selesai dalam kurun waktu 28 hari.

Ada beberapa risiko yang dapat timbul dan perlu diperhatikan sebagai akibat dari prosedur IVF , misalnya:

  1. Bayi lahir secara prematur dan berat badan lahir cenderung rendah
  2. Sindrom hiperstimulasi ovarium yang disebabkan oleh suntikan obat kesuburan seperti human chorionic gonadotropin (hCG)
  3. Terjadi hamil kembar, apabila lebih dari satu embrio yang ditanam ke dalam rahim
  4. Adanya kelainan atau cacat lahir
  5. Stres akibat waktu, tenaga, dan uang yang banyak terkuras
  6. Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, seperti pada tuba falopi
  7. Keguguran

Mengingat banyaknya hal yang harus diperhatikan sebelum menjalani prosedur IVF, maka sebaiknya pasangan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ini akan memungkinkan dokter untuk  memberi saran yang tepat dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Kehadiran BPR Di Tengah Daerah Terpencil

intidana bprBPR atau yang merupakan singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat telah cukup banyak kita temui di kota-kota kecil hingga bahkan di pelosok kecamatan sekalipun, namun sebaliknya di kota besar popularitas dari BPR itu sendiri bisa dibilang masih cukup kalah jauh dengan Bank-Bank Umum lainnya. Bahkan ditengah berbagai macam gempuran layanan transaksi digital seperti Jenius, Alipay, investree, atau bahkan hingga Modalku), peran dari bank tersebut masih cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat saat ini, meskipun data perbankan bisa menunjukkan jika ternyata baru 40% masyarakat Indonesia yang telah memiliki rekening bank.

intidana bankContohnya adalah kehadiran dari BPR intidana sendiri yang pada awalnya memang difokuskan pada pelayanan masyarakat saja khususnya yang terdapat di daerah-daerah terpencil yang ada di dalam kelompok yang lebih kecil lagi dan hal tersebut masih terus berlangsung sampai selama ini bahkan masih belum dapat terjangkau secara maksimal oleh layanan dari bank umum. Jadi, di dalam melaksanakan kegiatan usaha ini baik itu secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah. Agar Anda dapat lebih jauh mengenal tentang BPR serta bedanya dengan bank-bank umum lainnya, berikut adalah rinciannya:

1. Syarat-syarat untuk Permodalan BPR biasanya jauh lebih kecil jika dibandingkan Bank Umum
Jika dilihat dari sisi permodalan, terdapat sebuah perbedaan yang mencolok dari BPR serta bank umum. Biasanya sebuah bank umum konvensional, ketika pertama kali berdiri mereka harus mempunyai modal setidaknya Rp3 triliun, namun untuk bank umum syariah biasanya modal yang diperlukan minimal ialah senilai Rp 1 triliun, sedangkan untuk Bank Perkreditan Rakyat sendiri modalnya bervariasi, hal tersebut tergantung pada zona yang dibagi ke dalam 4 zona yang berdasarkan Peraturan OJK Nomor 20/POJK.03/2014 tentang BPR, yang terdapat di pasal 5.

2. BPR memiliki layanan yang terbatas, cukup berbeda dengan Bank Umum biasanya. Fokus mengenai kehadiran dari BPR ialah untuk dapat melayani para nasabahnya dengan cara memenuhi kebutuhan layanan perbankan yang juga masih cukup sederhana, sehingga akan lebih terbatas serta tidak sekompleks dengan bank umum, misalnya ialah mengenai buka tabungan, lalu kredit dengan terdapatnya batasan plafon, dan lainnya, lalu sedangkan untuk kegiatan bank lainnya ialah bank-bank kompleks seperti giro, valas serta asuransi yang tidak dapat dilayani oleh BPR ini.

3. Perbedaan Kegiatan yang dilakukan oleh Usaha BPR dengan Bank Umum
Kegiatan dari BPR ini, mereka dapat melayani kebutuhan para nasabah mereka mengenai simpanan yang berupa deposito berjangka, atau tabungan, serta dalam bentuk lainnya. Selain itu mereka pun melayani kredit, pembiayaan serta penempatan dana nasabah, lalu penempatan dana SBI yang merupakan singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, serta sertifikat deposito. Jika pada bank umum, mereka biasanya melayani seluruh aktivitas BPR dan ditambah dengan layanan lainnya misalnya menerbitkan surat atas pengakuan hutang, atau membuat surat pengakuan hutang, dan juga mereka pun menyediakan tempat untuk penyimpanan surat berharga dan juga barang.

4. Jangkauan atas wilayah layanan dari BPR untuk Kabupaten, sedangkan untuk Bank Umum Tidaklah Terbatas. Hal tersebut selaras dengan tujuan dari pendirian BPR yang dimana lebih fokus kepada layanan masyarakat yang dimana dengan jangkauan relatif yang terbatas. BPR sendiri hanya melayani nasabah di tingkat kecamatan maupun kabupaten saja yang tentunya berbeda dengan bank umum yang mempunyai jangkauan tidak terbatas, bahkan hingga mempunyai jaringan internasional.