Kehadiran BPR Di Tengah Daerah Terpencil

intidana bprBPR atau yang merupakan singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat telah cukup banyak kita temui di kota-kota kecil hingga bahkan di pelosok kecamatan sekalipun, namun sebaliknya di kota besar popularitas dari BPR itu sendiri bisa dibilang masih cukup kalah jauh dengan Bank-Bank Umum lainnya. Bahkan ditengah berbagai macam gempuran layanan transaksi digital seperti Jenius, Alipay, investree, atau bahkan hingga Modalku), peran dari bank tersebut masih cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat saat ini, meskipun data perbankan bisa menunjukkan jika ternyata baru 40% masyarakat Indonesia yang telah memiliki rekening bank.

intidana bankContohnya adalah kehadiran dari BPR intidana sendiri yang pada awalnya memang difokuskan pada pelayanan masyarakat saja khususnya yang terdapat di daerah-daerah terpencil yang ada di dalam kelompok yang lebih kecil lagi dan hal tersebut masih terus berlangsung sampai selama ini bahkan masih belum dapat terjangkau secara maksimal oleh layanan dari bank umum. Jadi, di dalam melaksanakan kegiatan usaha ini baik itu secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah. Agar Anda dapat lebih jauh mengenal tentang BPR serta bedanya dengan bank-bank umum lainnya, berikut adalah rinciannya:

1. Syarat-syarat untuk Permodalan BPR biasanya jauh lebih kecil jika dibandingkan Bank Umum
Jika dilihat dari sisi permodalan, terdapat sebuah perbedaan yang mencolok dari BPR serta bank umum. Biasanya sebuah bank umum konvensional, ketika pertama kali berdiri mereka harus mempunyai modal setidaknya Rp3 triliun, namun untuk bank umum syariah biasanya modal yang diperlukan minimal ialah senilai Rp 1 triliun, sedangkan untuk Bank Perkreditan Rakyat sendiri modalnya bervariasi, hal tersebut tergantung pada zona yang dibagi ke dalam 4 zona yang berdasarkan Peraturan OJK Nomor 20/POJK.03/2014 tentang BPR, yang terdapat di pasal 5.

2. BPR memiliki layanan yang terbatas, cukup berbeda dengan Bank Umum biasanya. Fokus mengenai kehadiran dari BPR ialah untuk dapat melayani para nasabahnya dengan cara memenuhi kebutuhan layanan perbankan yang juga masih cukup sederhana, sehingga akan lebih terbatas serta tidak sekompleks dengan bank umum, misalnya ialah mengenai buka tabungan, lalu kredit dengan terdapatnya batasan plafon, dan lainnya, lalu sedangkan untuk kegiatan bank lainnya ialah bank-bank kompleks seperti giro, valas serta asuransi yang tidak dapat dilayani oleh BPR ini.

3. Perbedaan Kegiatan yang dilakukan oleh Usaha BPR dengan Bank Umum
Kegiatan dari BPR ini, mereka dapat melayani kebutuhan para nasabah mereka mengenai simpanan yang berupa deposito berjangka, atau tabungan, serta dalam bentuk lainnya. Selain itu mereka pun melayani kredit, pembiayaan serta penempatan dana nasabah, lalu penempatan dana SBI yang merupakan singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, serta sertifikat deposito. Jika pada bank umum, mereka biasanya melayani seluruh aktivitas BPR dan ditambah dengan layanan lainnya misalnya menerbitkan surat atas pengakuan hutang, atau membuat surat pengakuan hutang, dan juga mereka pun menyediakan tempat untuk penyimpanan surat berharga dan juga barang.

4. Jangkauan atas wilayah layanan dari BPR untuk Kabupaten, sedangkan untuk Bank Umum Tidaklah Terbatas. Hal tersebut selaras dengan tujuan dari pendirian BPR yang dimana lebih fokus kepada layanan masyarakat yang dimana dengan jangkauan relatif yang terbatas. BPR sendiri hanya melayani nasabah di tingkat kecamatan maupun kabupaten saja yang tentunya berbeda dengan bank umum yang mempunyai jangkauan tidak terbatas, bahkan hingga mempunyai jaringan internasional.